Jumat, 13 Maret 2009

Menag : Buddha Bar sebaiknya segera ditutup

Menag: Buddha Bar Sebaiknya Segera Ditutup

Jambi, (Analisa)
Menteri Agama (Menag) Muhammad Maftuh Basyuni menegaskan, tempat hiburan menggunakan simbol agama Buddha, seperti Buddha Bar, di kawasan Jakarta Pusat, sebaiknya segera ditutup karena telah melukai perasaan umat beragama.
"Jika tak ditutup, saya khawatir nanti ada Islam Bar, Kristen Bar. Dan, bar-baran lainnya," kata Maftuh pada pertemuan dengan para tokoh masyarakat dan agama, di Jambi, Rabu.Ia menjelaskan, Buddha Bar merupakan satu perusahaan yang berinduk di Perancis. Di negara itu tak dikenal adanya kerukunan umat beragama. Mereka berjalan sendiri, berbeda dengan di Indonesia.
Oleh karena itu, kehadiran Buddha Bar sangat melukai perasaan umat Buddha.
Ia membenarkan DPRD DKI sudah meminta agar Buddha Bar segera ditutup.
Setelah berunjuk rasa melakukan aksi penolakan, kini upaya hukum ditempuh kelompok Forum Anti Buddha Bar (FABB). Mereka melaporkan PT Nireta Vista Creative, pemegang lisensi Buddha Bar Jakarta ini ke Polda Metro Jaya.
“Tuntutannya meminta jangan nama agama karena umat Buddha itu umat yang yang unik, nama agama Buddha, Tuhan Buddha, dan Nabi Buddha,” kata Koordinator FABB Kevin Wu di Polda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (11/3).
Buddha Bar di Asia cuma di Indonesia, karena di Malaysia ditolak, di Thailand ditolak, dan di Singapura ditolak, urainya. (Ant/dtc)
Sumber : http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=8816:menag-buddha-bar-sebaiknya-segera-ditutup&catid=3:nasional&Itemid=128

Senin, 09 Maret 2009

Apakah Sanghika - dana itu ?

Sanghika-dana ( Dana untuk Sangha )


Istilah Pali sanghika-dana berarti memberikan derma berupa empat kebutuhan pokok kepada Sangha. Misalnya saja Anda mendermakan satu Kyats ( mata uang Myanmar ) kepada suatu perkumpulan, seluruh anggota, kaya atau miskin, berkah atas satu Kyats itu.


Demikian pula, jika Anda mendermakan satu mangkuk makanan atau satu perangkat jubah kepada Sangha, semua anggota Sangha berhak atas derma tersebut. Anda tidak perlu keliling dunia untuk berderma kepada Sangha. Cerita selanjutnya ...

Sabtu, 07 Maret 2009

ICW Desak KPK Usut Penggunaan Gedung Imigrasi untuk Buddha Bar

ICW Desak KPK Usut Penggunaan Gedung Imigrasi untuk Buddha Bar

Jakarta, (Analisa)

Indonesia Corruption Watch (ICW) mengendus dugaan korupsi dalam penggunaan Gedung Imigrasi di Menteng, Jakarta Pusat oleh Buddha Bar. KPK dan Kejaksaan didesak untuk melakukan penyelidikan.

"Aparat penegak hukum, Kejaksaan atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu melakukan pemeriksaan jika terdapat dugaan penyimpangan dalam proses pengalihan aset budaya yang harus dilindungi tersebut," kata anggota Badan Pekerja ICW Emerson Yuntho dalam surat elektronik yang diterima detikcom, Jumat (6/3).

Dia menjelaskan Pemerintah DKI Jakarta juga harus menjelaskan kepada publik mekanisme dan prosedur pengalihan tersebut, dan menjelaskan tidak adanya potensi konflik kepentingan (conflict of interest) dalam pengalihan status kepemilikan. Selain itu perlu dijelaskan transparansi dana-dana APBD yang telah dikeluarkan dalam melindungi gedung eks kantor imigrasi (Bataviasche Kunstkring) selama ini.

"Apakah benda/gedung cagar budaya bisa dialihkan untuk kepentingan pribadi? Apakah tidak ada penyimpangan dalam kasus pengalihan gedung cagar budaya (Buddha Bar) kepada pihak swasta?" urai Emerson.

Dia menguraikan, menurut pasal 19 ayat 2(b) UU No 5 tahun 1992 tentang cagar budaya dijelaskan bahwa pemanfaatan benda cagar budaya tidak dapat dilakukan semata-mata untuk kepentingan pribadi dan/atau golongan. (dtc)

Sumber :

http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=8443:icw-desak-kpk-usut-penggunaan-gedung-imigrasi-untuk-buddha-bar&catid=3:nasional&Itemid=128

Ceramah dan Tanya Jawab Dhamma V Bersama YM Bhikkhu Uttamo Mahathera


Medan Luar Biasa ! setelah kehadiran Ven . Ajahn Bramavamso pada tgl 1 Maret 2009 ini ( Bhikkhu Dari Inggris ) , bulan Maret ini Kota Medan akan mendapat berkah atas kehadiran Bhikkhu Senior Bhate Uttamo Mahathera .


Dapatkan segera Undangannya ! Hadirilah Bersama keluarga atau Teman Anda !

Ceramah & Tanya Jawab Dhamma V

" Change Your Life Now "
( YM . Bhikkhu Uttamo Mahathera )

Sabtu , 28 Maret 2009
Jam 18.00 Wib s/d Selesai
Grand Ballroom LT V , Gedung Selecta
Jl. Listrik No. 1 , Medan

Dipersembahkan oleh :

Bodhi Buddhist Centre Indonesia JL. Irian Barat No. 77 , Medan Telp 061 - 4148334 / 08126079518

Jumat, 06 Maret 2009

Mahasiswa Buddhis "Segel" Buddha Bar


Jakarta, (Analisa).

Sekitar 100 orang yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Buddhis "menyegel" Buddha Bar di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, sebagai tanda protes atas penggunaan nama Buddha pada nama bar tersebut.

"Penyegelan" tersebut dilakukan para mahasiswa dengan memberikan garis kuning tepat di depan akses masuk ke Buddha Bar.

Menurut para pengunjuk rasa, Buddha adalah termasuk hal yang sangat sakral sehingga tidak boleh ditempatkan di tempat sembarangan seperti bar.

Mereka juga mengemukakan, penggunaan nama Buddha sebagai nama tempat hiburan sudah merupakan bentuk pelanggaran norma keagamaan.

Selain itu, para pengunjuk rasa tersebut juga melakukan aksi beribadah sesuai dengan tata cara agama Buddha.

Bila tuntutan Aliansi Mahasiswa Buddhis tersebut tidak diperhatikan oleh pihak pengelola Buddha Bar, maka para mahasiswa bertekad untuk berdemonstrasi kembali dengan menurunkan jumlah orang yang lebih banyak lagi.

Aksi yang tidak menyebabkan kemacetan arus lalu lintas di Jalan Teuku Umar itu dijaga oleh puluhan petugas kepolisian.

Setelah berunjuk rasa di depan Buddha Bar, mahasiswa melanjutkan aksinya di depan Balaikota DKI di Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Beberapa saat setelah para pengunjuk rasa pergi, pihak pengamanan internal bar membuka "segel" yang telah dipasang oleh para mahasiswa. (Ant)

Sumber : http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=8330:mahasiswa-buddhis-qsegelq-buddha-bar-&catid=3:nasional&Itemid=128

Berita lainnya juga bisa dibaca di link berikut : ( Harian Antara )

TZU CHI Kunjungan Kasih ke panti tuna Grahita sekolah luar biasa Santa Lusia

Senin , tgl 9 Maret 2009 Jam 08.00 Wib s/d 13.00Wib, Tzu Chi akan mengadakan kunjungan kasih ke Panti Tuna Grahita Sekolah Luar Biasa Santa Lusia Lau Dedang Medan , Bagi Warga Kota Medan yg mau jadi relawan silahkan hubungi :
Sdr. Lukman HP 0811616565

Berbuat baik bisa melalui Materi , Tenaga , Pikiran dll

Mari bergabung ! utk berbuat kebajikan , dengan membahagiakan orang lain berarti kita turut membahagiakan diri kita sendiri .

Selasa, 03 Maret 2009

Kesempatan berdana


Klik Poster utk memperbesar ukuran Poster

Sumber : http://www.karaniya.com/didik.php

Dharma Talk dan Q & A H.E. Sangye Nyenpa Rinpoche X

Sungguh sulit untuk terlahir sebagai manusia, lebih sulit lagi dapat bertemu & mempraktikkan Dharma sejati
Kami undang Anda untuk menghadiri
Dharma Talk dan Q & A
H.E. Sangye Nyenpa Rinpoche X

____________

__________________________________________

Tgl/ Hari : 07, 08 & 09 Maret 2009 (Sabtu s/d Senin)

Jam : 08.00-18.00

Lokasi : Komp.Ruko Grogol Permai Blok H No.8-10
Lantai 4, Jl. Prof. Dr. Latumenten

Petunjuk Lokasi :
Dari arah Mal Ciputra ke arah Grogol/Pluit, melewati RSJ Grogol
kemudian melewati rel kereta.
sekitar 100m-an disebelah kiri ada plang tertulis Kota Grogol Permai.
(sebelum Pertamina Pom Bensin)
Langsung masuk, dari pos satpam lurus saja sampai hampir mentok, ruko ada disebelah kanan warna hijau.
Topik :
· How to See Yourself as You Really Are
· Everyday Conciousness & Buddha Awakening
· Mind Transformation
Bahasa pengantar : Inggris
TEMPAT TERBATAS & via Pendaftaran.
Info & Pendaftaran :
Albert : 99595121 / 0817-011 165
Selvy : 0813-88 618 818
Biografi singkat H.E. Sangye Nyenpa Rinpoche X
Lahir di tahun 1964 di keluarga praktisi Dharma/Yogi.
Sangye Nyenpa Rinpoche ke-10 ditemukan oleh Y.M.Karmapa ke-16 Rangjung Rigpe Dorje.
Beliau ditahbiskan oleh Y.M.Karmapa ke-16 di Rumtek Monastery.
Secara istimewa mengambil sumpah Boddhisattva dari Y.M. Karmapa ke-16 dan menerima banyak empowerment dari aliran Tantra, pelatihan-pelatihan Chagchen Da Ser, Marig Munsel (Memusnahkan kegelapan dari ketidaktahuan), Choku Tzubtsug (Petunjuk khusus Dharmakaya),dll. Serta telah mencapai realisasi-realisasi yang luar biasa.
Beliau menyelesaikan pelajarannya selama 9 tahun di Nalanda Institute di Rumtek dan berhasil mendapatkan gelar Acharya. Kemudian, beliau mengajar selama 3 tahun di institute tersebut dan mendapat gelar Pandit Mahasiddha.
Nyenpa Rinpoche adalah salah satu dari Rinpoche yang paling terpelajar, baik dalam filosofi maupun ritual Tantra.
Saat ini beliau tinggal di Benchen Phuntsok Dargyeling Monastery Kathmandu di Nepal dan mentransmisikan Dharma kepada Guru-Guru besar, para Rinpoche, ribuan Lama, dan pengikut lainnya. Sisa waktu yang ada, beliau menghabiskannya dalam berbagai retreat.
Salah satu aktivitas utama Rinpoche adalah mempersembahkan transmisi lisan kepada Y.M. Karmapa ke-17 Ogyen Trinley Dorje, Pemangku silsilah tertinggi tradisi Karma Kagyud.

Mohon hadir tepat waktu karena saat teaching telah berlangsung, pintu akan ditutup agar tidak mengganggu peserta dan kegiatan.

Terima kasih atas pengertiannya.

sumber : dari milis samaggiphala



Kreatif itu Gampang

Kreatif itu gampang
Kreativitas itu yang membuat hidup ini menjadi berarti,
Kreativitas itu yang membuat kita lebih optimis menjalani hidup ini,

Kami undang Anda untuk datang, lihat, belajar, berlatih dan berbagi bersama dalam kegiatan:

Workshop Bersama dengan Firman Lie

Minggu, Tgl 15 Maret 2009
Pukul 9.00 s/d 12.00
Topik: Hierarki dalam Menyusun Suatu Kreativitas

Minggu, Tgl 14 Juni 2009
Pukul 9.00 s/d 12.00
Topik: akan ditentukan kemudian (adk)

Iuran: Sukarela

Lokasi: Wisma Widyawardhana
Jl. Patra II No 16 Tomang
Tanjung Duren Jakarta Barat

Info dan Pendaftaran:
Humas Dharmajala: 0813-18990997
dharmajala@yahoo.com

Penyelenggara:
Lembaga Pelayanan Dharmajala
Pusdiklat Agama Buddha Indonesia

Sekilas tentang Firman Lie:
1961 Lahir di Kota Jambi, 1981-1985 Belajar seni grafis di Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta, 1986 Staf pengajar Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta, 1989-2001 Staf pengajar Akademi Seni Rupa ISWI, 2000 Staf pengajar Desain Komunikasi Visual Universitas Bina Nusantara, 2004 mendirikan Phalie Studio di kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara.
Aktivitas di Buddhis
1975 aktif di Vihara Sakyakirti Jambi 1980an aktif di Gelanggang Remaja Buddhis Dharma Yuga Jakarta 1990an aktif di Keluarga Mahasiswa Buddhis Jakarta di bidang Litbang 2000an aktif membina Dharmaduta muda di BLIA Jakarta
Aktivitas di Seni Rupa
Pameran Tunggal
1991 Pameran Seni Grafis di Balai Budaya, Jakarta 1992 Pameran Seni Grafis KAMMALOKA di C-line Gallery, Bali 1992 Pameran Seni Grafis KAMMALOKA, California 993 Pameran Gambar Hitam Putih di Pusat Kebudayaan Jepang, Jakarta 1993 Pameran Gambar Hitam Putih di Galeri Cemeti, Yogyakarta 1996 Pameran Cetak Saring, Cat Air dan Gambar di Galeri Lontar, Jakarta 1998 Pameran Lukisan Cat Air di Germani Centre, BSD Serpong, Tangerang 1999 Pameran Lukisan, Seni Grafis dan Gambar di Space 2324, Kuala Lumpur, Malaysia 2000 Pameran Lukisan dan Grafis "Complexity and Contradiction" di Ganesha Galeri, Bali 2002 Pameran Lukisan di Galeri Lontar, Jakarta 2005 Pameran Spirit Oriental di O House Gallery, Jakarta


Sumber dari : milis samaggiphala

Minggu, 01 Maret 2009

TAKUT BERBICARA DI DEPAN UMUM ( AJAHN BRAHM )


TAKUT BERBICARA DI DEPAN UMUM

Oleh : Ajahn Brahm

Saya diberi tahu bahwa salah satu rasa takut paling besar yang dirasakan orang adalah berbicara di depan umum. Saya harus sering berbicara di depan umum, di vihara - vihara, di Konferensi, di upacara pernikahan dan pemakaman, di radio , dan bahkan di siaran langsung televisi. Semua itu adalah bagian dari pekerjaan saya .

Saya ingat pada suatu peristiwa, lima menit menjelang saya memberikan ceramah, ketika rasa takut membanjiri saya . Saya belum mempersiapkan apa pun untuk ceramah itu. Saya tak punya ide apa yang akan saya katakan. Seketika tiga ratus orang sudah duduk di aula, berharap untuk dapat ilham. Mereka telah merelakan waktu malamnya untuk mendengarkan saya bicara. Saya mulai berpikir, " Bagaimana kalau saya tidak punya apa - apa untuk diomongkan ? Bagaimana kalau saya salah omong ? Bagaimana kalau saya tampak bego ? "

Ceramah selanjutnya ....