INFODHAMMA : Informasi seputar Dhamma. NB. Bagi Anda yang ingin memposting Brosur , Poster , Artikel , Acara kegiatan Sosial , Acara Kegiatan meditasi , Kegiatan Spritual dan Kegiatan Keagamaan sesuai Dhamma ( Kebenaran yg diajarkan Sang Buddha)di INFODHAMMA Secara Gratis Bisa menghubungi E-mail :lariscom_peter@yahoo.com , SMS : 0878-6769-3636
Minggu, 26 Februari 2012
Selasa, 14 Februari 2012
PUBV PEDULI KELANJUTAN SEKOLAH ANAK - ANAK KORBAN KEBAKARAN GG. BAKUNG , GG. TANJUNG SUKARAMAI MEDAN ( 5 Pebuari 2012 )
Melihat Kondisi kebakaran yang cukup Parah , Sebagian rumah rata dengan tanah , Banguan rumah pada rusak parah , serta banyak anak - anak korban yang buku pelajaran sekolah , pakaian sekolah dan alat tulis sekolah juga turut terbakar dari hasil survei pengurus PUBV ,
Maka Persamuhan Umat Buddha Viriyadhika ( PUBV ) Medan mengajak Bapak / Ibu / Sdr / Sdri penggalangan dana untuk membeli Buku pelajaran Sekolah , Seragam Sekolah , Tas Sekolah dan peralatan sekolah yang dibutuhkan para siswa korban kebakaran , dana akan disalurkan Via Yayasan Sekolah Bodhicitta Medan yang saat ini merupakan Posko Kebakaran Sukaramai Medan .
Bagi yang tergerak hati nya untuk membantu dana bisa di transfer ke Rekening PUBV :
BCA 3830 888 500
A/N : Aditya Pranata
Cab . Bukit Barisan Medan
NB. Dana yg ditransfer mohon ditambah 5 rupiah ( utk kemudahan administrasi )
Selanjutnya tolong di konfirmasi ke salah satu pengurus di bawah ini :
Peter Fang ( Ketua PUBV ) HP 0878-6769-3636 / 061 - 4560486 / Flexi 061 - 75016000Rusli Tahir / Ayung ( Wakil Ketua III PUBV ) HP 081397181923 / 061- 77307766
Yunai ( Bendahara PUBV ) HP 08158948558 / 061 - 77489559
Adil ( Seketaris PUBV ) HP 0811654278 / 061 - 77159238
Sally Natawidjaja ( Himpunan Mitra PUBV ) 0878-7819-3632
Pengumpulan dana ditutup sampai hari Jumat 17 Pebuari 2012
Mohon bantu disebarkan !!! Terima kasih atas kebajikannya
Salam ,
Pengurus PUBV - Medan
Infodhamma Medan
Senin, 30 Januari 2012
Foto Acara Dharma for Family dan Ramah Tamah Imlek Minggu ,29 Januari 2012
Bhikkhu Pannasami saat berceramah di Dharma for Family Hall Lt 5 Kampus C Mikroskil Jl. Thamrin Medan pada tanggal 29 Januari 2012 ( Minggu )
Persaudaraan Muda Mudi Viriyadhika persembahankan Lagu utk Umat Buddhis yang hadir
Pak Ayung ( Rusli Tahir ) penyanyi Top DFF dan Kota Medan yang juga Wakil Ketua III PUBV mempersembahkan Lagu Kong Hu utk Umat yang hadir
Persembahan Lagu oleh Muda Mudi PMBV ( Cindy , Fenny dan Mayliana )
Persembahan lagu oleh Linda Utama
Persembahan Tari oleh Anak anak GABI Viriyadhika
Persembahan Tari Kreasi oleh Muda Mudi PMBV
Persembahan Sulap
Para Umat yang hadir
Para Umat yang hadir
Bhikkhu Pannasami memberikan Angpau kepada muda - mudi PMBV yang menyumbangkan lagu
Para Umat Buddhis yang hadir
Muda Mudi PMV Dharma Wijaya menyumbangkan lagu
Berdana Angpau kepada Anggota Sangha
Berdana Angpau kepada Anggota Sangha
Berdana Angpau kapada Anggota Sangha
Berdana Angpau kepada Anggota Sangha
Bpk Ridwan Kusuma ( Penasehat PUBV ) saat berdana kepada Anggota Sangha
Dana dari para umat ternyata disumbangkan Bhikkhu Pannasami kepada Pengurus PUBV untuk biaya operasional dan pengembangkan PUBV yg diterima langsung oleh Ketua PUBV ( Peter Fang ) dan Wakil Ketua III ( Rusli Tahir )
Keluarga Besar PUBV makan bersama umat , dana makan dan minuman adalah sumbangan dari pengurus dan umat Buddhis
Kuis Berhadiah DFF
Pemberian Angpau PUBV yang diwakili oleh Peter Fang ( Ketua PUBV ) dan Adil ( Seketaris PUBV ) kepada Anak - anak GABI Viriyadhika dan Muda - mudi PMBV
Foto Bersama keluarga Besar PUBV
Foto Bersama Muda Mudi PMBV
Pada hari Minggu 29 Januari 2012 , Keluarga Besar Persamuhan Umat Buddha Viriyadhika mengadakan Acara Dharma For Family Special Imlek serta Acara Ramah Tamah Imlek bersama Umat Buddhis yang hadir .
Acara dimulai dari Pembacaan Parita , Ceramah Oleh Bhikkhu Pannasami , Setelah itu dilanjutkan dengan persembahan lagu dari Persaudaraan Muda - Mudi Buddhis Viriyadhika . kemudian makan bersama keluarga besar PUBV dan Umat . dana makanan dan minuman juga hasil sumbangan dari para pengurus PUBV dan Umat Buddhis .
Acara dilanjutkan dengan berdana Angpau kepada Anggota Sangha , Bhikkhu Pannasami memberikan Angpau bagi penyanyi PMBV dan Menyerahkan dana Angpau tersebut kepada PUBV yang diwakili Ketua PUBV ( Peter Fang ) dan Wakil Ketua III ( Rusli Tahir ).
Kemudian persembahan Tari dari Anak - Anak GABI Viriyadhika dan persembahan Tari dari PMBV
dan juga ada persembahan Sulap .
Kemudian penyerahan Angpau oleh PUBV yang diwakili ketua PUBV ( Peter Fang ) dan Seketaris ( Adil ) , yang dilanjutkan Foto Bersama Keluarga Besar PUBV . akhir kata kami pengurus PUBV mengucapkan terima Kasih kepada : Bhikkhu Pannasami yang telah bersedia untuk hadir dan memberi Ceramah di DFF , Kepada semua pengurus PUBV , Pengurus PMBV yang telah bekerja keras sehingga Acara Dharma for Family dan Ramah Tamah Imlek berjalan dengan baik , kepada semua Donatur dan Umat yang hadir .
Semoga kegiatan ini bermanfaat dan membawa kebahagiaan bagi kita dan semua makhuluk di dunia .
Salam ,
Pengurus PUBV
Sabtu, 28 Januari 2012
Peluncuran ke-6 Vinaya Pitaka II, VI dan Jataka VI Edisi Bahasa Indonesia
Hadirilah Peluncuran ke 6 Vinaya Pitaka II, VI dan Jataka VI Edisi Bahasa Indonesia
Serta Saksikan Pergelaran Kesenian Operet Come & See 3 Touched By Love
Minggu , 4 Maret 2012 Pukul 14.00 Wib - Selesai
Tempat : Selecta Royal Ballroom Lantai 5 Jl. Listrik No.2 Medan
JADI KAYA CARA BUDDHIS BERSAMA BHIKKHU KHEMINDA ,BA,MA. SABTU, 11 FEBUARI 2012 DI SELECTA MEDAN
Menyambut Tahun Baru Naga Air
Hadirilah Dharma Talk " Jadi Kaya Cara Buddhis Bersama Bhikkhu Kheminda,BA,MA
yang diselenggarakan pada Hari Sabtu , 11 Febuari 2012
Pukul : 18.30 Wib - Selesai
Selecta Grand Ball Room Lantai 5
Jl. Listrik No.2 Medan
Hadirilah Dharma Talk " Jadi Kaya Cara Buddhis Bersama Bhikkhu Kheminda,BA,MA
yang diselenggarakan pada Hari Sabtu , 11 Febuari 2012
Pukul : 18.30 Wib - Selesai
Selecta Grand Ball Room Lantai 5
Jl. Listrik No.2 Medan
Diselenggarakan oleh : MBI Kota Medan & BBcid
Liputan Dhammatalk
"MENGUNGKAP RAHASIA KEBAHAGIAAN"
Bhante Kheminda menguraikan konsep Yoniso Manasikara (: Sikap Batin yang benar). Ini adalah proses kognitif yang menjadi prasyarat untuk berkembangnya kebijaksanaan (Wisdom, pali: panna) dalam bentuk Pandangan yang benar (Right view, Samma ditthi).
Secara etimologis, Yoniso berasal dari kata 'yoni' yg berarti 'kandungan' atau 'asal mula'. Sedangkan kata manasikara berasal dari 'manasi', artinya in the mind dan 'kara' to make it happen atau to bring it into. Jadi yoniso manasikara berarti 'membawa asal mula dari segala fenomena ke dalam batin'.
Asal mula dari fenomena, dalam hal ini, adalah karma kita sendiri yang Anicca (impermanent), Dukkha (unsatisfactory) dan Anatta (Not-self). Jadi, batin kita harus memahami bahwa segala sesuatu adalah berasal dari karma kita sendiri. Ini adalah penjelasan dari kitab-kitab kuno (komentar). Di dalam sutta (salah satu Tri Pittaka, Kitab Suci Agama Buddha) biasanya Buddha menjelaskan dalam konteks Anicca, Dukkha dan Anatta tsb.
Yoniso manasikara diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Right Attitude, atau Right Attention. Tadi malam malam beliau mencoba menterjemahkannya secara bebas menjadi: "Sikap batin yang benar" (: benar dalam artian sampai ke akar penyebab masalahnya).
Selanjutnya Beliau menekankan Kebahagiaan itu seiring sejalan dengan "Pandangan yang benar" (Right view, Samma-ditthi). Oleh sebab itulah pandangan kita harus benar. Dengan pandangan yang benar kita akan menjadi bahagia. Dalam hidup, kita itu menjadi menderita karena tidak bisa menerima realita tapi berharap terjadi yang sebaliknya. Misal: Kita berharap air mengalir dari tempat yang rendah ke tempat yg lebih tinggi, Matahari terbit dari barat, suatu pertemuan tidak diakhiri dengan perpisahan, proses penuaan dapat dihentikan dll.
Beliau mensarikan bahwa "Pandangan benar" itu adalah mengetahui dan menyadari sedalam-dalamnya tentang:
1. Berlakunya Hukum Karma (Hukum Sebab akibat);
2. Empat Kesunyataan Mulia. (meskipun hal ini tdk saya kupas tadi
malam)
3. Berlakunya hukum Ketidak-kekalan (segala sesuatu yang
tercipta/berbentuk/ terkondisikan adalah tidak kekal);
4. Berlakunya hukum kesaling-tergantungan (segala phenomena
kehidupan itu adalah saling kait mengait. Tidak ada satupun
phenomenon yang berdiri sendiri).
Beliau mengajarkan ada 2 (dua) langkah kunci menuju ke kebahagiaan:
1. Menyadari sedalam-dalamnya bahwa segala sesuatu yang masuk ke
indera-indera kita (mata, telinga, hidung, lidah, tubuh dan batin)
adalah buah dari karma kita sendiri; sedangkan reaksi-reaksi kita
terhadapnya adalah karma baru yang kita ciptakan.
2. Dalam menghadapi kejadian yang sedang menimpa kita tersebut,
sikap batin kita harus "positif" (benar). Jangan menyalahkan orang
lain atau kondisi di luar kita. Sebaliknya hadapilah, rangkullah
(embrace) dan terimalah apa yang terjadi itu sebagai sesuatu yang
memang sudah sepantasnya terjadi pada diri kita karena sedang
bekerjanya Hukum Sebab Akibat (dari perbuatan atau pikiran kita).
Selanjutnya perlu disadari bahwa pikiran kita itu suka "ngeluyur" ke masa lalu dan masa depan. Kita sering menyesali apa yang terjadi atau telah kita lakukan dan kita juga mengkhawatirkan apa yang akan terjadi. Padahal belum (tentu) terjadi. Itulah buah pikiran dari "masa lalu" dan "masa depan" yang menyiksa kita. Kita harus bisa mensyukuri hidup kita di saat ini dan di sini (here & now). Bukankah kita sudah tumimbal lahir ribuan kali dengan penderitaan yang jauh lebih berat di berbagai alam samsara (penderitaan). Dan kalau sampai hari ini kita masih berada di sini sebagai manusia dan bisa mendalami Buddha Dharma, apa lagi yang masih harus kita takutkan dan khawatirkan? Jangan biarkan diri kita tersiksa oleh perasaan kita (menyesal karena masa lalu & khawatir akan masa depan). Itulah sumber penderitaan. Berfikirlah positif ( Positive thinking ).
NOTE SA:
Di barat pandangan sejenis ini sekarang juga berkembang menjadi cabang baru dari psychology, yaitu yang disebut dengan "Positive psychology". Cabang baru ini merupakan pengembangan conventional psychology yang lebih melihat manusia dari sisi negatifnya, kelemahannya.
Positive psychology justru melihat manusia dari sisi kekuatannya, sisi positifnya sehingga potensi manusia bisa dikembangkan secara optimal.
Sehubungan dengan itu Bhante Kheminda juga memberikan resep untuk mengelola kesalahan kita (Mistake management) dalam 3 (tiga) langkah:
1. Mengakui kesalahan: dengan mengakui kesalahan, maka dalam batin
kita telah berkembang suatu kebijaksanaan. Kebijaksanaan ini akan
menjadi "reminder" kita pada saat kita akan melakukan kesalahan
sejenis.
2. Meminta maaf baik kepada diri sendiri maupun kepada orang yang
kita salahi. Dengan ini kita akan mengobati luka batin kita & luka pada
diri orang yang kita salahi.
3. Berjanji tidak akan mengulangi lagi kesalahan tersebut.
Dan, seandainya dengan melakukan ketiga langkah tersebut, kita
masih melakukan kesalahan yang sama, maka praktikkan ketiga
langkah tersebut di atas lagi. Tidak ada keajaiban di dalam latihan
spiritual kita; tidak ada instant solution. Semuanya membutuhkan
proses; tetapi kalau kita bisa mempraktikkan yoniso manasikara,
maka setiap detik, setiap saat, meskipun kita sedang berada di dalam
situasi yang burukpun, adalah kebahagiaan. Pada saat semua orang
memusuhi kitapun, disitu ada kebahagiaan; karena kita bisa menjaga
batin kita tetap positif. Kebahagiaan bukanlah tujuan, melainkan
perjalanan itu sendiri. Oleh karena itu, hargailah setiap detik yang
ada dengan penuh kebijaksanaan.
BE HAPPY!!
Prasadha Jinnarakkhita, 14 Januari 2012
by. Sudhamek AWS
"MENGUNGKAP RAHASIA KEBAHAGIAAN"
Bhante Kheminda menguraikan konsep Yoniso Manasikara (: Sikap Batin yang benar). Ini adalah proses kognitif yang menjadi prasyarat untuk berkembangnya kebijaksanaan (Wisdom, pali: panna) dalam bentuk Pandangan yang benar (Right view, Samma ditthi).
Secara etimologis, Yoniso berasal dari kata 'yoni' yg berarti 'kandungan' atau 'asal mula'. Sedangkan kata manasikara berasal dari 'manasi', artinya in the mind dan 'kara' to make it happen atau to bring it into. Jadi yoniso manasikara berarti 'membawa asal mula dari segala fenomena ke dalam batin'.
Asal mula dari fenomena, dalam hal ini, adalah karma kita sendiri yang Anicca (impermanent), Dukkha (unsatisfactory) dan Anatta (Not-self). Jadi, batin kita harus memahami bahwa segala sesuatu adalah berasal dari karma kita sendiri. Ini adalah penjelasan dari kitab-kitab kuno (komentar). Di dalam sutta (salah satu Tri Pittaka, Kitab Suci Agama Buddha) biasanya Buddha menjelaskan dalam konteks Anicca, Dukkha dan Anatta tsb.
Yoniso manasikara diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Right Attitude, atau Right Attention. Tadi malam malam beliau mencoba menterjemahkannya secara bebas menjadi: "Sikap batin yang benar" (: benar dalam artian sampai ke akar penyebab masalahnya).
Selanjutnya Beliau menekankan Kebahagiaan itu seiring sejalan dengan "Pandangan yang benar" (Right view, Samma-ditthi). Oleh sebab itulah pandangan kita harus benar. Dengan pandangan yang benar kita akan menjadi bahagia. Dalam hidup, kita itu menjadi menderita karena tidak bisa menerima realita tapi berharap terjadi yang sebaliknya. Misal: Kita berharap air mengalir dari tempat yang rendah ke tempat yg lebih tinggi, Matahari terbit dari barat, suatu pertemuan tidak diakhiri dengan perpisahan, proses penuaan dapat dihentikan dll.
Beliau mensarikan bahwa "Pandangan benar" itu adalah mengetahui dan menyadari sedalam-dalamnya tentang:
1. Berlakunya Hukum Karma (Hukum Sebab akibat);
2. Empat Kesunyataan Mulia. (meskipun hal ini tdk saya kupas tadi
malam)
3. Berlakunya hukum Ketidak-kekalan (segala sesuatu yang
tercipta/berbentuk/
4. Berlakunya hukum kesaling-tergantungan (segala phenomena
kehidupan itu adalah saling kait mengait. Tidak ada satupun
phenomenon yang berdiri sendiri).
Beliau mengajarkan ada 2 (dua) langkah kunci menuju ke kebahagiaan:
1. Menyadari sedalam-dalamnya bahwa segala sesuatu yang masuk ke
indera-indera kita (mata, telinga, hidung, lidah, tubuh dan batin)
adalah buah dari karma kita sendiri; sedangkan reaksi-reaksi kita
terhadapnya adalah karma baru yang kita ciptakan.
2. Dalam menghadapi kejadian yang sedang menimpa kita tersebut,
sikap batin kita harus "positif" (benar). Jangan menyalahkan orang
lain atau kondisi di luar kita. Sebaliknya hadapilah, rangkullah
(embrace) dan terimalah apa yang terjadi itu sebagai sesuatu yang
memang sudah sepantasnya terjadi pada diri kita karena sedang
bekerjanya Hukum Sebab Akibat (dari perbuatan atau pikiran kita).
Selanjutnya perlu disadari bahwa pikiran kita itu suka "ngeluyur" ke masa lalu dan masa depan. Kita sering menyesali apa yang terjadi atau telah kita lakukan dan kita juga mengkhawatirkan apa yang akan terjadi. Padahal belum (tentu) terjadi. Itulah buah pikiran dari "masa lalu" dan "masa depan" yang menyiksa kita. Kita harus bisa mensyukuri hidup kita di saat ini dan di sini (here & now). Bukankah kita sudah tumimbal lahir ribuan kali dengan penderitaan yang jauh lebih berat di berbagai alam samsara (penderitaan). Dan kalau sampai hari ini kita masih berada di sini sebagai manusia dan bisa mendalami Buddha Dharma, apa lagi yang masih harus kita takutkan dan khawatirkan? Jangan biarkan diri kita tersiksa oleh perasaan kita (menyesal karena masa lalu & khawatir akan masa depan). Itulah sumber penderitaan. Berfikirlah positif ( Positive thinking ).
NOTE SA:
Di barat pandangan sejenis ini sekarang juga berkembang menjadi cabang baru dari psychology, yaitu yang disebut dengan "Positive psychology". Cabang baru ini merupakan pengembangan conventional psychology yang lebih melihat manusia dari sisi negatifnya, kelemahannya.
Positive psychology justru melihat manusia dari sisi kekuatannya, sisi positifnya sehingga potensi manusia bisa dikembangkan secara optimal.
Sehubungan dengan itu Bhante Kheminda juga memberikan resep untuk mengelola kesalahan kita (Mistake management) dalam 3 (tiga) langkah:
1. Mengakui kesalahan: dengan mengakui kesalahan, maka dalam batin
kita telah berkembang suatu kebijaksanaan. Kebijaksanaan ini akan
menjadi "reminder" kita pada saat kita akan melakukan kesalahan
sejenis.
2. Meminta maaf baik kepada diri sendiri maupun kepada orang yang
kita salahi. Dengan ini kita akan mengobati luka batin kita & luka pada
diri orang yang kita salahi.
3. Berjanji tidak akan mengulangi lagi kesalahan tersebut.
Dan, seandainya dengan melakukan ketiga langkah tersebut, kita
masih melakukan kesalahan yang sama, maka praktikkan ketiga
langkah tersebut di atas lagi. Tidak ada keajaiban di dalam latihan
spiritual kita; tidak ada instant solution. Semuanya membutuhkan
proses; tetapi kalau kita bisa mempraktikkan yoniso manasikara,
maka setiap detik, setiap saat, meskipun kita sedang berada di dalam
situasi yang burukpun, adalah kebahagiaan. Pada saat semua orang
memusuhi kitapun, disitu ada kebahagiaan; karena kita bisa menjaga
batin kita tetap positif. Kebahagiaan bukanlah tujuan, melainkan
perjalanan itu sendiri. Oleh karena itu, hargailah setiap detik yang
ada dengan penuh kebijaksanaan.
BE HAPPY!!
Prasadha Jinnarakkhita, 14 Januari 2012
by. Sudhamek AWS
Jumat, 27 Januari 2012
DHARMA FOR FAMILY SPECIAL IMLEK 2012, MEMAKNAI UNGKAPAN " KIONG HIE HUAT CHAI " BERSAMA BHIKKHU PANNASAMI
KALI INI DHARMA FOR FAMILY DI KEMAS DALAM SUASANA IMLEK , DENGAN TOPIK TALK SHOW YG MENARIK , SERTA DI DUKUNG OLEH BERBAGAI ACARA DAN PENYANYI TOP SANG JUARA DARI VOKALIS DFF , POHON ANG PAO , DLL .
HADIRILAH BESAMA KELUARGA ANDA DI DHARMA FOR FAMILY SERTA ACARA RAMAH TAMAH IMLEK BERSAMA UMAT BUDDHIST LAINNYA
ACARA DIADAKAN PADA HARI :
Minggu ini tanggal 29 Januari 2012 Edisi ke 132
Topik : Memaknai Ungkapan “Kiong Hie Huat Chai”
Pembicara : Bhikkhu Pannasami
Lokasi : Kampus C Mikroskil Hall lantai 5 Jl. Thamrin Medan
Acara mulai pukul 10.00 - Selesai
Dibuka kesempatan berbuat baik bagi yang ingin berdana :
- Komsumsi Makanan , Minuman untuk Umat dan Anak GABI Viryadhika
- Komsumsi Untuk Anggota Sangha
( Bisa Hubungi Seketariat PUBV Telp : 061 76363673 Jam Kerja )
diluar jam kerja hubungi : Rhendy HP 087867001837 / Peter HP 087867693636 / 061- 75016000
- Dana Operasional Dharma for Family ( bisa di Transfer Ke BCA KCP Bukit Barisan Medan A/N : Aditya Pranata , konfirmasi SMS : Nama_Alamat_Kota_Jumlah ke 087867693636 )
Anumodana dan terima kasih atas kebajikannya , Mohon Bantu disebarkan ya .
Acara Ramah Tamah DFF di selenggarakan oleh PMBV di Dukung Oleh PUBV
Mari kita dukung bersama !!!
Selasa, 17 Januari 2012
BAKSOS PMBV KE PANTI ASUHAN AL-JAM'IYATUL WASHLIYAH ORPHANAGE DAN PANTI ASUHAN PELITA KASIH
Tepat pada hari minggu , Tanggal 15 Januari 2012 setelah mengadakan acara Dharma for Family di Gedung Kampus C Mikroskil Lt 5 Jl. Thamrin Medan yg biasa dilaksanakan jam 10.00 - 12.00 Wib , Para pengurus Persaudaraan Muda - Mudi Buddhis Viriyadhika ( PMBV ) yang didukung pengurus Persamuhan Umat Buddha Viriyadhika ( PUBV ) mengadakan Bakti Sosial ( Baksos ) ke Panti Asuhan AL - JAM'IYATUL WASHLIYAH ORPHANAGE Pulo Brayan Jl. K.L Yos Sudarso No .1 Km 6.
Dengan memberikan sumbangan dari hasil Pindapata Massal dan sumbangan dari para dermawan , yang kemudian dilanjutkan foto bersama dengan para pengurus Panti Asuhan AL - JAM'IYATUL WASHLIYAH ORPHANAGE.
Dengan memberikan sumbangan dari hasil Pindapata Massal dan sumbangan dari para dermawan , yang kemudian dilanjutkan foto bersama dengan para pengurus Panti Asuhan AL - JAM'IYATUL WASHLIYAH ORPHANAGE.
Kemudian Setelah selesai memberikan bantuan ke Panti Asuhan AL - JAM'IYATUL WASHLIYAH ORPHANAGE. Pulo Brayan . para pengurus PMBV yang didukung pengurus PUBV melanjutkan ke Panti Asuhan Pelita Kasih GBIS REKHAB yang terletak di Jl. Pantai Timur Pasar II No.50 ( Lokasi Masuk dari Jl. Sempurna Depan Perumahan City Resident Medan ( dekat Kampung Lalang )
Setelah sampai di tujuan para pengurus saling membantu menurunkan barang sumbangan yang juga dibantu oleh adik - adik Panti Asuhan Pelita Kasih , setelah barang dikumpul para pengurus dipersilahkan masuk ke dalam rumah dan diberi kado berupa lagu persembahan anak - anak panti Asuhan Pelita Kasih . kemudian Pak Adil selaku Sekretaris PUBV memperkenalkan keberadaan PMBV dan mengucapkan terima kasih atas kado lagu yg dipersembahkan anak - anak panti asuhan , dilanjutkan Sdr Rhendy mewakili PMBV memberikan maksud dan tujuan sumbangan yg diberikan .
Pengurus Panti Asuhan Bpk Pdt . Purba mengucapkan terima kasih kepada para pengurus PMBV dan para donatur yang telah memberikan sumbangan
Sabtu, 14 Januari 2012
Dharma for Family bersama UP. Padmajaya Ombun Natio " Topik 11 Kebajikan dari dalam diri " dalam Bahasa Hokkian di Medan
Namo Sanghyang Adi Buddhaya,
Namo Buddhaya.
Guna menambah wawasan Dharma dan mengisi kebutuhan rohani anda, kami ajak untuk mengikuti Program Dharma for Family “DFF” , pelayanan Dharma dari PUBV untuk keluarga Buddhis yakni Dharma Talk untuk orang dewasa dan sekaligus anda dapat membawa serta putra-putri anda karena tersedia juga Gelanggang Anak-anak Buddhis GABI Viriyadhika sebagai tempat belajar Dharma usia dini lewat bercerita, bermain dan bernyanyi, pada waktu dan tempat yang sama :
Setiap Minggu Pukul 10.00 -12.00
Hall Lt.5 Kampus C Mikroskil, Jl. Thamrin, Medan
Mettacittena,
Sekretariat PUBV.Kamis, 20 Oktober 2011
Sangha-Dana Bulan Kathina di Dharma For Family By PUBV , Minggu 6 Nopember 2011 Pukul 9.00 - 11.00 Wib @ Kampus C Mikroskil - Medan
Sangha-Dana Bulan Kathina @ Dharma For Family
Minggu, 6 Nopember 2011 Pukul 9.00 - 11.00 Wib di Hall Lantai 5 Kampus C Mikroskil Jl. Thamrin - Medan Dana dapat berupa Jubah, Obat - obatan , Kebutuhan sehari - hari Bhikkhu , bisa Anda sediakan sendiri sesuai keinginan Anda ,
untuk Jubah dapat menghubungi Panitia , Acara ini diselenggarakan oleh PUBV - Medan . Info Telp 061- 76363673 , , Mohon bantu disebar ya .. trims
Presidium dan Ketua Umum Sangha Agung Hadiri Kathina Nasional di Medan
Kota - Selasa, 18 Okt 2011 01:21 WIB
(Analisa/istimewa) Salah satu prosesi dalam kegiatan kathina. Tahun ini Kathina Nasional akan dilaksanakan di Medan 30 Oktober mendatang.
Medan, (Analisa). Umat Buddha di Sumatera Utara khususnya di Kota Medan mendapat kesempatan emas melaksanakan Kathina Nasional bersama Presidium Sangha Agung Indonesia (Sagin) Y.M. Bhikkhu Jinadhammo Mahathera dan Ketua Umum SAGIN Y.M Bhikku Nyanasuryanadi Mahatera serta Nayaka Sangha Theravada SAGIN Y.M Bhikku Aryakusalo Mahatera, 30 Oktober mendatang.
Kehadiran para MahaTera tersebut merupakan momen istimewa yang pantas menjadi kebanggaan umat Buddha, teristimewa karena kegiatan Kathina merupakan Hari Sangha. Perayaan Hari Kathina bagi umat Buddha merupakan momen baik untuk menanam kebajikan dengan memberikan persembahan kepada anggota Sangha.
Densi Ginting, Ketua panitia pengarah mengungkapkan jika tidak ada kendala, selain Y.M. Bhikkhu Jinadhammo Mahathera, Y.M Bhikku Nyanasuryanadi Mahatera dan Bhikku Aryakusalo Mahatera, beberapa Bhante telah menyatakan kesediaannya untuk menerima persembahan langsung dari umat yang hadir di kegiatan akbar ini antara lain Bhikkhu Punna Jato Thera, Bhikkhu Khemanando, Bhikkhu Pannasami, Bhikkhu Thitavamso,Bhikkhu Buripanno, Bhikkhu Candasilo, Bhikkhu Cattapunno, Bhikkhu Aggacitto dan Bhikkhu Sirijayo dari Sumatera Utara serta Bhikku Tithapanno, Bhikku Thanavaro, Bhikku Bhadrajagara dari Bhikku Kheminda dari luar Sumatera Utara. Beberapa Bhikku lain bakal menyusul memberikan konfirmasi atas kehadiran mereka dalam kegiatan ini.
"Kami mengharapkan kedatangan umat Buddha untuk dapat ikut memanfaatkan sebaik baiknya momen istimewa kegiatan ini. Kegiatan ini merupakan kesempatan emas bagi umat karena kegiatan Kathina yang dilaksanakan bersifat nasional," Ketua MBI Sumut ujar Ony Hindra Kusuma.
Mukernas
Kegiatan yang akan berlangsung pada tanggal 30 Oktober 2011 mendatang ini merupakan hasil keputusan Musyawarah Kerja Nasional yang berlangsung pada tanggal 23 - 24 April lalu. Dan perayaan Kathina Nasional yang pertama di Sumatera Utara oleh Majelis Buddayana Indonesia Sumut ini akan berlangsung di Yang Lim Plaza mulai jam 13.00 WIB.
Perayaan Hari Kathina sendiri merupakan salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Buddha di seluruh dunia, bahkan dianggap sebagai bulan yang penuh dengan berkah. Penuh berkah karena selama satu bulan penuh umat Buddha memiliki kesempatan untuk bertemu dengan para samana/para petapa atau para bhikkhu untuk belajar Kebenaran Dhamma dan berkesempatan untuk belajar berdana empat ke-butuhan pokok seorang samana/bhikkhu (anggota Sangha) yang mana diyakini merupakan ladang untuk menanam jasa kebajikan yang paling subur dalam pemberian persembahan. (rrs/rel)
Densi Ginting, Ketua panitia pengarah mengungkapkan jika tidak ada kendala, selain Y.M. Bhikkhu Jinadhammo Mahathera, Y.M Bhikku Nyanasuryanadi Mahatera dan Bhikku Aryakusalo Mahatera, beberapa Bhante telah menyatakan kesediaannya untuk menerima persembahan langsung dari umat yang hadir di kegiatan akbar ini antara lain Bhikkhu Punna Jato Thera, Bhikkhu Khemanando, Bhikkhu Pannasami, Bhikkhu Thitavamso,Bhikkhu Buripanno, Bhikkhu Candasilo, Bhikkhu Cattapunno, Bhikkhu Aggacitto dan Bhikkhu Sirijayo dari Sumatera Utara serta Bhikku Tithapanno, Bhikku Thanavaro, Bhikku Bhadrajagara dari Bhikku Kheminda dari luar Sumatera Utara. Beberapa Bhikku lain bakal menyusul memberikan konfirmasi atas kehadiran mereka dalam kegiatan ini.
"Kami mengharapkan kedatangan umat Buddha untuk dapat ikut memanfaatkan sebaik baiknya momen istimewa kegiatan ini. Kegiatan ini merupakan kesempatan emas bagi umat karena kegiatan Kathina yang dilaksanakan bersifat nasional," Ketua MBI Sumut ujar Ony Hindra Kusuma.
Mukernas
Kegiatan yang akan berlangsung pada tanggal 30 Oktober 2011 mendatang ini merupakan hasil keputusan Musyawarah Kerja Nasional yang berlangsung pada tanggal 23 - 24 April lalu. Dan perayaan Kathina Nasional yang pertama di Sumatera Utara oleh Majelis Buddayana Indonesia Sumut ini akan berlangsung di Yang Lim Plaza mulai jam 13.00 WIB.
Perayaan Hari Kathina sendiri merupakan salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Buddha di seluruh dunia, bahkan dianggap sebagai bulan yang penuh dengan berkah. Penuh berkah karena selama satu bulan penuh umat Buddha memiliki kesempatan untuk bertemu dengan para samana/para petapa atau para bhikkhu untuk belajar Kebenaran Dhamma dan berkesempatan untuk belajar berdana empat ke-butuhan pokok seorang samana/bhikkhu (anggota Sangha) yang mana diyakini merupakan ladang untuk menanam jasa kebajikan yang paling subur dalam pemberian persembahan. (rrs/rel)
Langganan:
Postingan (Atom)



